Semua orang berhak mendapatkan kebahagiaannya masing-masing,
Ada yang dengan menyendiri sudah merasakan bahagia,
Ada yang berkawan sudah merasakan bahagia,
Ada yang berpasangan,
Menikah dan memiliki anak sudah merasakan bahagia,
Atau mungkin sebaliknya,
Setiap orang punya porsi kebahagiaan sendiri.
Akupun berhak merasa bahagia dengan porsi kebahagiaan ku,
Cukup sederhana
Aku hanya ingin orang-orang yang ku cintai saling menjaga satu sama lain,
Tidak ada perdebatan yang berarti,
Melihat mereka saling menjaga dan menyayangi satu sama lain itu sudah cukup membahagiakan ku.
Adapun porsi bahagia ku yang lain,
Porsi bahagia yang menjadi kebahagiaan terbesar ku,
Adalah saat Rabb-ku mengenal aku seutuhnya,
Adalah saat Rabb-ku menggenggam tangan ku dengan erat,
Adalah saat bertemu dengan Rabb-ku menjadi tujuan dan impian yang aku kejar selama aku di dunia ini.
Hatiku terletak di antara jari jemari-Mu
Engkau menggenggam erat,
Dan Engkaupun bisa melepaskannya kapanpun Engkau mau.
Yaa Rabb,
Mungkin aku bisa tahan dengan kemiskinan yang menerpa ku di dunia ini,
Mungkin aku bisa tahan kehilangan orang-orang yang aku cintai puluhan bahkan ratusan kali,
Mungkin aku bisa tahan saat aku di sakiti oleh mahkluk ciptaan-Mu,
Tapi bagaimana mungkin aku bisa tahan kehilangan-Mu?
Bagaimana mungkin aku bisa tahan sendirian tanpa petunjuk-Mu?
Bagaimana mungkin aku bisa tahan saat Engkau menjauh dari ku?
Sungguh,
Membayangkannya saja aku tak sanggup.
Yaa Rabb,
Bimbinglah kami,
Cintailah kami,
Dan jangan engkau meninggalkan kami,
Sebagaimana Engkau meninggalkan Kaum-kaum sebelum kami...
Yaa muqallibal kulub tsabit qalbi 'ala dinniq...
21 December 2016
Poetry By : Irma R.B.P
Via hati tak bertuan...








0 komentar:
Posting Komentar