RSS

Pages

To My Beloved Husband


Ketika aku bersedia menjadi pendampingmu,
Saat itu juga aku siap menerima seluruhmu,
Dengan utuh,tanpa pengecualian.
Jangan sampai kamu merasa kecil hanya karena memiliki kekurangan,
Bukankah saling melengkapi adalah tugas pasangan?
Susah senangmu,
Sehat sakitmu,
Jatuh bangunmu,
Jauh dekatmu,
Aku siap mendampingimu.
Do'a-do'aku melangit untuk Aamiin setiap mimpi-mimpi masa depanmu.
Aku tahu, aku tidak hebat dalam segala hal,
Kekuranganku?
Tentu jauh lebih banyak dari hebatku.
Tetapi percayalah,
Untukmu sekecil apapun,
Akan aku usahakan.
Meski kita tidak selalu dalam langkah yang mudah.
Terima kasih telah mengajarkan bagaimana cara untuk tidak sampai menyerah.

Dari aku,
Istrimu.
30 Juli 2018

JIKA....


Hanya satu
Jika saja aku bisa meraih satu harapan

Hei, kenapa
Hei, katakan padaku
Mengapa air mata ini tak bisa berhenti?
Jika saja aku bisa kembali ke hari itu
Sebentar lagi saja
Biarkan kita tetap seperti ini...

Aku mengejarmu
Hingga Aku tak bisa mengejarmu
Apa ini sudah berakhir?
Dan aku tak pernah bisa kembali ke hari itu...

Jika aku menutup mataku,
aku masuk ke dalam mimpi
Karena kau selalu ada di sana
Hanya dirimu...

Cahaya membimbingku menuju dirimu
Aku terkenang dirimu kembali,
Segera pagi akan tiba,
hari esok akan bersinar terang...

Allow time to swallow it all


Entah berapa banyak lagi yang dia sembunyikan dari aku,
Aku hanya bisa terdiam,
Menunggu kapan dia akan mengungkapkan semuanya,
Sakit rasanya ketika aku harus selalu terbuka dan dia sebaliknya,
Sakit rasanya saat apa yang aku katakan tidak di dengar, hanya seperti angin lalu,
Berhembus begitu saja, memuakkan.

Aku seperti di bodohi untuk kesekian kalinya,
Aku mendengarkan semuanya,
Melalukan apa yang dia minta,
Menepati setiap janji ku
Meskipun dia tak melihat ku,
Meskipun dia tak di samping ku,
Tapi dia?
Entahlah,
Entah aku di dengarnya atau tidak,
Entah dia melakukan apa yang aku minta atau tidak,
Entah dia menepatinperkataannya atau tidak,
Aku tidak yakin akan hal itu.

Satu hal yang pasti,
Saat aku tau kebenarannya,
Dan dia tetap bungkam,
Aku hanya bisa diam,
Menunggu kapan sakit ku,
Kecewa ku sembuh dengan sendirinya,
Biarkan waktu menelan kekecewaan ku saat ini...

26 Dec 2016
BY : I.R.B.P

Porsi Bahagia Ku


Semua orang berhak mendapatkan kebahagiaannya masing-masing,
Ada yang dengan menyendiri sudah merasakan bahagia,
Ada yang berkawan sudah merasakan bahagia,
Ada yang berpasangan,
Menikah dan memiliki anak sudah merasakan bahagia,
Atau mungkin sebaliknya,
Setiap orang punya porsi kebahagiaan sendiri.

Akupun berhak merasa bahagia dengan porsi kebahagiaan ku,
Cukup sederhana
Aku hanya ingin orang-orang yang ku cintai saling menjaga satu sama lain,
Tidak ada perdebatan yang berarti,
Melihat mereka saling menjaga dan menyayangi satu sama lain itu sudah cukup membahagiakan ku.

Adapun porsi bahagia ku yang lain,
Porsi bahagia yang menjadi kebahagiaan terbesar ku,
Adalah saat Rabb-ku mengenal aku seutuhnya,
Adalah saat Rabb-ku menggenggam tangan ku dengan erat,
Adalah saat bertemu dengan Rabb-ku menjadi tujuan dan impian yang aku kejar selama aku di dunia ini.

Hatiku terletak di antara jari jemari-Mu
Engkau menggenggam erat,
Dan Engkaupun bisa melepaskannya kapanpun Engkau mau.

Yaa Rabb,
Mungkin aku bisa tahan dengan kemiskinan yang menerpa ku di dunia ini,
Mungkin aku bisa tahan kehilangan orang-orang yang aku cintai puluhan bahkan ratusan kali,
Mungkin aku bisa tahan saat aku di sakiti oleh mahkluk ciptaan-Mu,
Tapi bagaimana mungkin aku bisa tahan kehilangan-Mu?
Bagaimana mungkin aku bisa tahan sendirian tanpa petunjuk-Mu?
Bagaimana mungkin aku bisa tahan saat Engkau menjauh dari ku?
Sungguh,
Membayangkannya saja aku tak sanggup.

Yaa Rabb,
Bimbinglah kami,
Cintailah kami,
Dan jangan engkau meninggalkan kami,
Sebagaimana Engkau meninggalkan Kaum-kaum sebelum kami...

Yaa muqallibal kulub tsabit qalbi 'ala dinniq...

21 December 2016
Poetry By : Irma R.B.P
Via hati tak bertuan...

My Husband


Suamiku,
Pria yang menjadi sandaran ku saat ini sampai akhir hayat nanti,
Suamiku,
Aku adalah ma'mum mu saat ini hingga akhir hayat mu nanti,
Bimbinglah aku,
Cintailah aku,
Sayangilah aku dengan sepenuh-penuhnya hatimu,
Tegurlah aku dengan lembut jika aku salah,
Jangan membentak ku
Karena itu akan melukai ku sangat dalam,
Suamiku,
Aku mengabdi padamu dan juga pada ibu dan ayahmu dengan setulusnya hati,
Maka aku mohon pahamilah aku jika sesekali aku merindukan ibu dan ayahku,
Suamiku,
Ingatlah selalu bahwa aku adalah titipan untuk mu,
Jagalah aku sebaik mungkin
Baik perasaan maupun raga ku,
Jagalah kepercayaan ku,
Aku memilih mu menjadi imam ku karena aku yakin engkaulah jodoh dunia dan akhirat ku,
Jangan sekalipun mendustai ku atau menyembunyikan sesuatu dariku,
Karna aku istri mu,
Aku berhak tau atas mu
Begitupun engkau berhak tau atas ku.
Suamiku,
Maafkan istri mu bila masih banyak kurang dalam pengabdian ku padamu,
Aku masih belajar untuk memberikan yang terbaik untuk mu.
Suamiku,
Pria terhebat yang saat ini telah menggantikan peran ayah ku,
Aku menyayangi mu,
Terima kasih engkau telah memuliakan ku dengan meminang dan menikahi ku,
Do'a ku selalu untuk mu
Semoga Allah selalu memberkahi setiap tetes peluh mu yang mengalir  dalam mencari nafkah untuk ku...

Dari Istrimu tersayang...😘🙆



Poetry By: I.R.B.P
29 Nov 2016
17:17 Wita

Just sorry Ha Ha Ha


Kamu gakkan pernah sadar dengan apa aja yang udah
aku korbanin
aku kalahin demi kamu.

Iya ku rasa memang kamu tidak peduli,

Kamu hanya tau aku yang ngambekan,
Aneh,
Gak pengertian,
Egois,
Berlebihan,
Dan aku cuma makhluk pluto yang freak di mata mu.

Ya ya ya,
Semua hal yang kamu gak suka itu ada di aku,
Ha ha ha.

Aku bisa apa?
Aku cuma bisa bilang,
Jika jatuh cinta padamu
Dan mencintaimu adalah sebuah dosa sepaket dengan kesialan untuk mu,
Aku minta maaf...

The story begins from here (part1)


Ini dimulai seperti kisah cerita lainnya
senyumanmu itu membuatku tersenyum,
Mencoba mengingat apa yang membawa kita bersama
dan melupakan apa yang mendorong kita berselisih.
Kau tahu kita tak bisa menunggu di sini selamanya
Kita tak bisa hanya memanfaatkan waktu untuk melupakan masa lalu.

Bisa kah kau berjalan bersamaku?
Bisa kah kita mengambil langkah ini untuk saling membantu keluar dari masa lalu?
Bukankah kita akan mengejar mimpi kita bersama?

Kita bisa terus menjaga cinta agar tak pudar.
Karena kita memiliki alasan untuk tetap tinggal
Ingat saat kau pertama kali membuatku tersenyum?
Ya aku selalu merasakan hal yang sama setiap harinya.

Memandang dan melihat wajahmu.
Aku bisa melihatmu balik menatapku.
Aku selalu berharap kita akan baik-baik saja.

Jangan melihat lagi ke belakang.
Tak perlu lagi menangis.
Genggam erat tanganku,
Aku akan membuat masa depanmu  penuh dengan senyuman,
Dan senyumanmu lah yang akan membuatku tersenyum hingga akhir...

Balikpapan
10 August 2016
01:45 Wita
Poetry By : I.R.B.P

Copyright 2009 Irma_Mirai.93. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates